Pengenalan Model Pembelajaran Tematik Terpadu

 Pengenalan Model Pembelajaran Tematik Terpadu

1. Model Webbed 

    Pembelajaran model Webbed adalah pembelajaran yang pengembangannya dimulai dengan menentukan tema tertentu yang menjadi tema sentral bagi keterhubungan berbagai bidang studi.  Model webbed lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam pembelajaran sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. Melalui pengalaman langsung akhirnya siswa akan memahami konsep-konsep yang telah mereka pelajari dan dapat menguhungkan dengan konsep lainnya.

Contoh penerapan kurikulum model Webbed dalam pembelajaran dimulai dengan menentukan tema terlebih dahulu. Misalnya temanya LingkunganTema lingkungan ini dikembangkan atau diperluas menjadi sub-sub tema/topik yang ada pada beberapa mata pelajaran.  

Contohnya : Misalnya IPA, Matematika, PKn, Bahasa Indonesia, atau mata pelajaran yang lainnya.

Sub tema IPA: Mengenal berbagai bentuk energi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajarkan tentang macam-macam bentuk energi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, energi cahaya kita manfaatkan sebagai penerangan saat kita belajar. 

Matematika: Sub tema: mengenal bangun datar. Siswa diajarkan tentang bentuk bangun datar misalnya: ban sepeda kita berbentuk lingkaran, buku tulis berbentuk persegi, penggaris berbentuk persegi panjang. 

PKn. Sub tema: tegang rasa, kedisiplinan. Siswa diajarkan tentang bagaimana cara bersikap dan bertingkah laku sebagai makhluk sosial seperti: sikap tegang rasa dan bekerja sama dengan orang lain.

Bahasa Indonesia. Sub tema. Membaca ringkasan. Siswa menceritrakan dengan kata-katanya sendiri tentang bentuk-bentuk energi dan bentuk bangunan datar yang kita jumpai di lingkungan sekitar.

Teori ini yang paling mudah karena mata pelajarannya terpisah, materinya tergabung, dan pengikatnya tema.

2. Model Nested 





Gambar di atas, menunjukkan adanya hubungan atau kombinasi (combination) mata pelajaran-mata pelajaran bersifat sistemik. Artinya, mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan untuk mempermudah memahami dan memperkaya bahwa satu fakta dengan fakta lainnya saling berkaitan.  Artinya, model tersarang (nested mode) memperkaya keterampilan guru untuk mendesain kurikulum (pelajaran), pelajaran yang satu dengan yang lainnya dapat diintegrasikan (dikombinasikan).  
    Misalnya, suatu pelajaran untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor dapat dilakukan pada berbagai pelajaran. Misalnya, pembelajaran matematika untuk mengembangkan keterampilan kognitif guru memfokuskan pelajaran pada perhitungan; pengembangan afektif menyelesaikan perhitungan dilakukan bukan individual, melainkan siswa bekerja kelompok (cooperative learning), dan pengembangan keteramipilan, siswa membuat gambar yang berkaitan dengan pelajaran tersebut.

    Pada model pembelajaran nested mapelnya terpisah,menggabungkan keterampilan. teori nested juga menggabungkan ide,konsep,gagasan dan materi yang saman. kelemahan di teori nested ini begitu banyak mapel, menyita waktu, siswa harus mengusasi semua materi .

3. Model Connected 


Menurut gambar diatas Maksudnya, setiap mata pelajaran berisi konten yang berkaitan antara topik dengan topik, dan konsep dengan konsep dalam satu mata pelajaran. Model ini  penekanannya terletak pada perlu adanya integrasi inter bidang studi itu sendiri menyatakan bahwa di dalam mata pelajaran terdapat isi mata pelajaran yang dikaitkan, misalnya topik dengan topik, konsep dengan konsep, dan ide-ide yang berhubungan. Kaitan dapat diadakan secara spontan atau direncanakan terlebih dahulu sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif.

Teori connected ini menghubungkan materi yang berkaitan. Mata pelajarannya terpisah bersatu ide dari materi. Di teori ini harus mencari ide yang sama.


REVIEW BUKU PLC232 TEMATIK

( Rora Rizky Wandini, M.Pd.I dan Emeliya Sukma Dara Damanik M.Hum )

A.    IDENTITAS RIVIEWER

Nama         : Dyah Amanda Sari Siregar

NIM          : 0306203092

Kelas         : PGMI 5 / Semester V

B.     IDENTITAS BUKU

1.      Judul                    : Pembelajaran Tematik

2.    Pengarang/Editor  : Rora Rizky Wandini, M.Pd.I dan Emeliya Sukma Dara Damanik M.Hum / Dr. Adi Wijayanto, S.Or., S.Kom., M.Pd., AIFO dan Rina Devianty., M.Pd.

3.      Penerbit                 : CV. Pustaka Learning Center

4.     Kota terbit             : Malang

5.      Tahun terbit           : 2021

6.      ISBN                     : 978-623-6404-01-0

C.    RINGKASAN ISI BUKU

1.      Konsep Dasar Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu dapat dikatakan sebagai suatu pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Jadi, intinya penggabungan beberapa materi dalam satu pelajaran. Model pembelajaran tematik adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran tematik, siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Fokus perhatian dalam pembelajaran tematik terletak pada proses yang ditempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk-bentuk keterampilan yang harus dikembangkannya.

Ada 10 Model Pembelajaran terpadu yaitu :

a.       Fragmented

b.      Connected

c.       Nested

d.      Sequenged

e.       Shared

f.       Webbed

g.      Threaded

h.      Integrated

i.        Immersed

j.        Networked

2.      Pembelajaran Tematik Terpadu

Pembelajaran tematik terpadu ialah pendekatan untuk mengembangkan pengetahuan siswa dalam pembentukan pengetahuan berdasarkan pada interaksi dengan lingkungan dan pengelaman hidupnya.  Pembelajaran tematik terpadu secara konsep bisa dikatakan sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam belajar. Pembelajaran tematik terpadu lebih memberi makna apabila diajarkan pada peserta didik melalui pengamatan langsung serta menhubungkan dengan konsep lain yang berada disekitar lingkungan belajar siswa.

3.      Prencanaan Prota, Program Prosem dan Pemetaan KD

Program tahunan merupakan rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran, program tahunan, berdaarkan kurikulm 2013 merupakan program umum tematik terpadu untuk setiap kelas yang dikembangkan oleh guru. Program tahunan tersebut sebagai rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran setelah diketahui kepastian jumlah jam pelajaran efektif dalam setahun.

Program semster merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan.

4.      Model Pembelajaran Tematik

Model pembelajaran adalaah acuan sistematis yang digunakan dalam proses pembelajaran. Ciri – ciri nya adalah fokus, memiliki sintak, sistem, sosial, dan sistem pendukung. Ciri – ciri nya :

a.   untuk menuntaskan materi belajarnya siswa belajar dalam kelompok secara bekerjasama.

b.   Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.

c.   Jika dalam kelas terdapat siswa yang heterogen ras, suku, budaya, maka diupayakan agar tiap kelompo terdapat keheterogenan tersebt.

d.   Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan.

5.      Penilaian Pada Pembelajaran Tematik

Tes lisan yaitu berpa pertanyaan – pertanyaan, perintah, kuis, yang diberikan pendidik secara lisan dan pesrta didik merespon pertanyaan tersebut secara lisan.

Penugasan yaitu pemberian kepada siswa untukmengukur dan memfasilitasi siswa memperoleh untuk meningkatkan pengetahuan. Penugaan berfungsi untuknpenilaian dilakukan setelah proses pembelajaran. Penilaian kinerja, yaitu penilaian yang eminta peserta didik untuk melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya, dengan mengaplikasikan atau mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilannyang dibutuhkan. Langkah – langkah penilaian kinerja yaitu, perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan. Penilaian proyek yaitu kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu.

6.      Rancangan Instrumen Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik

Penilaian sikap adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui perilaku peserta didik pada saat pembelajaran dan diluar pembelajaran yang dilakukan untuk membina perilaku sesuai budi pekerti dalam rangkaa membentukan karakter peserta didik.

Tujuannya adalah untuk mengetahui perilaku spiritual dan setiap peserta didik dalam kehidupan sehari – hari. Perencanaan penilaian sikap dilaukan berdasarkan KI-1 dan KI-2. Pada penilaian sikap diluar pembelajaran guru dapat mengamati sikap lain yang muncul secara netral. Instrumen penilaian adalah alat ukur yang digunakan untuk menilai atau mengukur pencapaian kompetensi peserta didik, jenis instruen dipilih sesuai dengan bentuk penilaian.

D.    KEKHASAN DAN KEMUTAKHIRAN ISI BUKU

1.      Kekhasan Buku

Kekhasan buku ini adalah selain dijelaskan secara sistematis juga dilengkapi dengan pembutiran point-point mengenai sub, prosedur, dan point-point yang terkait dengan segala factor yang mempengaruhi. Dan buku ini disajikan dalam bentuk komik, yang dimana membuat pembaca semakin semangat dan tidak bosan untuk membacanya.

2.      Kemutakhiran Buku

Buku ini terbilang mutakhir, karena buku ini diterbitkan pada tahun 2021 dan buku ini merupakan cetakan pertama.

E.     KEKURANGAN DAN KELEBIHAN BUKU

1.      Dilihat dari aspek tampilan buku (face value), buku yang direview adalah sangat bagus, ada sedikit hiasan, dan buku ini sudah memiliki penerbit dan ISBN sehingga mudah untuk didapatkan dan dicari.

2.      Dilihat dari aspek layout dan tata letak, serta tata tulis, termasuk penggunaan font adalah sangat rapi, tidak ada yang berantakan,dan mudah dimengerti, tetapi terlalu banyak penggunaan tanda baca koma dalam kalimat buku ini.

3.      Dilihat dari aspek isi buku ini dijabarkan secara lengkap dan detail, mulai dari pengertian, prinsip, sejarah, dan lain-lain. Banyak sekali ilmu yang didapat pembaca serta paham apa yang disampaikan penulis didalam buku tersebut.

4.      Dilihat dari aspek tata bahasa buku tersebut, memiliki bahasa yang lugas, memberikan sensasi membaca yang menyenangkan bagi pembaca sehingga pembaca tidak mudah bosan dan jenuh dalam memahami materi yang disampaikan penulis, tetapi terdapat kalimat/kata asing atau istilah membuat pembaca agak sulit memahami.

F.     REKOMENDASI

Dari beberapa kelemahan buku yang dipaparkan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan berupa rekomendasi diantaranya yakni:

  1. Dalam pembuatan cover atau kulit buku, hendaknya menggunakan hiasan yang menarik lagi dan memasukkan warna – warna yang lebih cerah agar pembaca semakin semangat untuk membacanya.
  2. Dari segi isi, masih terdapat tulisan yang berwarna hitam semua. Oleh sebab itu, disini direkomendasikan bahwa untuk penulisan isi, sebaiknya menggunakan warna font yang berwarna juga.
  3. Dalam pembuatan tabel dalam isi, sebaiknya menggunakan tabel seperti tabel komik juga agar selaras dengan yang lainnya.

G.    REFERENSI

    Wandini, R. R., & Damanik, E. S. D. (2021). Pembelajaran Tematik. 






Komentar