Teori dan gaya belajar kelas rendah
Gaya belajar kelas rendah
1.Gaya belajar yang cocok untuk anak yang hyperaktif yaitu gaya belajar kinestetik karena pada gaya belajar ini banyak bergerak cocok untuk anak seperti itu karena dilakukan secara langsung.
2. Cara guru agar pembelajaran all in one yaitu penggabungan antara gaya belajar auditorial visual dan kisentetik contohnya yaitu gaya belajar VAK.
3. Penggolongan karakteristik kelas rendah yaitu anak kelas 1-2 SD yaitu mereka suka bermain.
4. Cara mengatasi siswa karena faktor internal (keluarga) yaitu orang tua harus lebih dekat lagi dengan anak, dan memahami anak tersebut serta tidak membandingkan prestasi anak dengan lingkungan sekitarnya .
5.Anak SD dominan sering bertengkar karena hal sepele, sedangkan anak SMP dan SMA itu lebih ke mencari jati dirinya.
6.Faktor kesulitan fisiologis dan psikologis. Faktor fisiologis itu faktor fisik atau kondisi fisik, faktor psikologis itu faktor mental anak seperti kecerdasan.
7. Cara guru mengatasi kesulitas belajar siswa nya yaitu, kesiapan belajar, motivasi, mengurangi marah, bimbingan, dan menyelipkan jenaka(ice breaking)
8. Guru perlu memahami cara belajar siswa karena cara belajar anak itu berbeda beda, dengan menentukan metode yang lebih tepat.
9. Pembelajaran sambil bermain itu sangat efektif karena dikelas rendah itu masih pada fase bermain, jika guru monoton ceramah siswa akan jenuh.
REVIEW PEMBAHASAN TENTANG
Model Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah
A. IDENTITAS RIVIEWER
Nama : Dyah Amanda sari Siregar
Nim : 0306203092
Kelas : PGMI 5 / Semester V
Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang menggunakan beberapa tema dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran dan materi juga sehingga dapat memberikan pengalaman kepada siswa sambil belajar. Pembelajaran tematik ternyata juga menekankan pada konsep belajar. Sehingga guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang mempengaruhi kebermaknaan belajara siswa. Pengalaman belajar dapat menunjukkan kaitan unsur konseptual menjadikan proses belajar menjadi efektif. Pelaksanaanpembelajaran tematik di Sekolah Dasar tentunya memberikan berbagai keterlibatan baik dari segi guru, siswa, sarana dan prasarana sampai kepada proses pembelajarannya:
A. Implikasi bagi guru pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan atau pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.
B.implikasi Bagi Siswa Dilihat dari aspek siswa, pembelajaran tematik memberikan peluang untuk pengembangan kreativitas. Hal ini disebabkan, pembelajaran tematik menekankan pada pengembangan kemampuan analitik terhadap konsepkonsep yang dipadukan.
C.Implikasi Terhadap Sarana, Prasarana, Sumber Belajar dan Media Pembelajaran Tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.
D.Implikasi Terhadap Pengaturan Ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. Pengaturan ruang tersebut meliputi:
(a).perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan.(b). Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung(c.)didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar atau karpet.(d.)Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas.(e).Alat, sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.
E. Implikasi Terhadap Pemilihan Metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik, maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. Misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakapcakap. Tahap Persiapan Pembelajaran Tematik.
Referensi
Wandini, R. R., Lbs, J. F., Azzuhro, M., Bahri, M.F. C., & Sima, S (2022). Model Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4 (3), 2005-2013.
Komentar
Posting Komentar